Wall Street Dibuka Hijau Saat Investor Harap-Harap Cemas

Berita25 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham AS mengalami kenaikan sedikit pada pembukaan perdagangan hari Rabu (27/3) malam waktu Indonesia. Sebelumnya Wall Street mengalami penurunan ketika investor mencoba untuk melanjutkan reli yang membawa pasar ke level tertinggi setelah mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya.

Indeks S&P 500 naik 0,2%, Nasdaq Composite mengalami kenaikan sebesar 0,4%, dan Dow Jones Industrial Average melonjak 52 poin, atau 0,1%.

Ketiga indeks utama tersebut mengakhiri perdagangan kemarin dengan penurunan. Dow Jones yang terdiri dari 30 saham turun sebesar 0,4%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing mengalami penurunan sekitar 0,3%. Ini merupakan kali kedua berturut-turut Dow dan S&P 500 mengalami kerugian.

Meskipun demikian, indeks-indeks utama tersebut masih menuju ke arah bulan kemenangan kelima berturut-turut. Nasdaq Composite mengalami kenaikan sebesar 1,8% pada bulan ini, sementara Dow naik sebesar 0,8%.

Kenaikan ini ditopang oleh saham McCormick, yang naik sebesar 9% setelah mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama. Saham Seagate Technology juga naik sebesar 9% setelah mendapat upgrade ke overweight atau penilaian akan melampaui kinerja pasar di Morgan Stanley.

Begitu pula, saham Krispy Kreme melonjak 18% setelah perusahaan donat tersebut mengumumkan akan memperluas kemitraannya dengan McDonald’s.
Saham Tesla naik 6% dalam mengalami rebound setelah mengalami tren penurunan bagi produsen kendaraan listrik tersebut yang sejauh ini mengalami kesulitan pada tahun ini.

Namun beberapa kekhawatiran reli pasar telah melampaui level harga wajar, para investor masih belum dapat menghindari ekuitas saat ini, menurut Warren Pies, salah satu pendiri 3Fourteen Research.

“Ada banyak orang yang memiliki alokasi saham yang kurang atau terlalu sedikit terpapar di pasar [saham] ini, dan mereka akan berusaha untuk terpapar,” kata Pies kepada “Closing Bell: Overtime” CNBC International. “Saya pikir kombinasi antara pendaratan lunak, Federal Reserve yang mendukung, dan strategis dan institusi yang masih kurang terinvestasi berarti bahwa reli ini dapat terus berlanjut.”

Baca Juga  34 Bandara Internasional Dievaluasi Kemenhub, Ini Daftarnya : Okezone Economy

Data ekonomi AS menunjukkan, pesanan barang tahan lama di AS naik sebesar 1,4% pada Februari, melampaui konsensus sebesar 0,8% dari para ekonom, menurut StreetAccount.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Orang Nganggur di AS Turun, Wall Street Terjun Bebas

(dce)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *