Sektor Jasa Keuangan Terjaga dan Modal Kuat

Berita42 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor jasa keuangan terjaga didukung dengan permodalan yang kuat serta likuiditas stabil. 

Selain itu berdasarkan pengamatan otoritas, profil risiko terjaga dan secara umum terbilang baik. 

Kendati demikian Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan bahwa sektor jasa keuangan perlu mencermati kondisi geopolitik dan ekonomi global. 

“Di Amerika Serikat capaian inflasi cenderung sticky di tengah pertumbuhan ekonomi yang solid, mendorong meningkatkan perkiraan no landing,” katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK Februari 2024, Senin (4/3/2024).

Kemudian di Eropa, ekonomi Jerman dan Inggris mengalami kontraksi dan mulai memasuki resesi dengan tingkat inflasi yang cenderung turun. Sementara di China, perekonomian berada di bawah rata-rata historis dengan tekanan di pasar keuangan yang terpantau meningkat. 

Dari sisi geopolitik, tingginya eskalasi di beberapa kawasan memunculkan risiko instabilitas yang berimbas pada kenaikan harga komoditas ke depan. 

Dari dalam negeri, kata Mahendra, perekonomian terpantau solid, tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuarta IV-2023 yang tumbuh 5,04% secara tahunan (yoy). 

Hal ini didorong oleh konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga dan belanja investasi pemerintah terkait Ibu Kota Nusantara (IKN). 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Perang dan Suku Bunga Tinggi, OJK Beberkan Nasib Keuangan RI

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Ini Bukti Sektor Pertanian RI Ramah Lingkungan : Okezone Economy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *