IHSG Sesi I Balik Arah Naik 0,69%, Efek Pilpres Satu Putaran?

Berita25 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan sesi I Kamis (21/3/2024), ditopang oleh hasil rekapitulasi Pemilihan Umum (Pemilu) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan ditahannya suku bunga Bank Indonesia (BI) serta bank sentral Amerika Serikat (AS).

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG menguat 0,69% ke posisi 7.381,77.Meski menguat, tetapi IHSG masih bertahan di level psikologis 7.300.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 5,3 triliun dengan melibatkan 9,6 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 719.669 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I hari ini, yakni mencapai 2,14%. Selain itu, sektor bahan baku, properti, dan energi juga menopang indeks masing-masing 1,45%, 1,21%, dan 1,06%.

Beberapa saham turut menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini. Berikut saham-saham yang menopang IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 6,27 68 4,62%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 5,87 6.150 0,82%
Astra International ASII 5,68 5.400 2,37%
Bank Mandiri (Persero) BMRI 4,58 7.100 0,71%
Chandra Asri Pacific TPIA 4,00 5.825 2,19%
Barito Renewables Energy BREN 3,90 5.500 1,85%
Merdeka Copper Gold MDKA 3,68 2.390 5,75%

Sumber: Refinitiv

Sejalan dengan sektor teknologi yang menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menjadi penopang terbesar IHSG yakni mencapai 6,3 indeks poin.

IHSG berhasil berbalik arah ke zona hijau setelah hasil rekapitulasi Pemilu diumumkan oleh KPU pada Rabu malam sekitar pukul 21:00 WIB.

Baca Juga  Bank Hana Raih Sertifikasi Standar Keamanan Sistem Informasi

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum 2024 tingkat nasional yang dilakukan KPU, Prabowo-Gibran meraih 96.216.691 (58,58%) suara. Disusul pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dengan raihan 40.971.906 (24,95%) suara.

Terakhir, pasangan capres dan cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dengan perolehan 27.050.878 (16,47%) suara. Total suara sah yang masuk 164.227.475.

Prabowo-Gibran memenangkan di 36 provinsi. Sedangkan, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menang di 2 provinsi. Sementara itu, pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD tidak mampu unggul di provinsi mana pun.

Dari pemilihan legislatif, PDI-Perjuangan (PDIP) menang dengan perolehan suara 25.387.279 atau 16,73%. Di tempat kedua ditempati Partai Golkar dan kemudian disusul oleh Partai Gerindra.

Hasil rekapitulasi suara ini sudah komplit dari 38 provinsi di Indonesia. Dua provinsi terakhir yang dilakukan rekapitulasi suara adalah Papua dan Papua Pegunungan.

Selain itu, IHSG menguat setelah Bank Indonesia (BI) dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) kompak menahan suku bunga acuannya.

Dewan Gubernur Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 6,00%. Seiring dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% itu karena fokus kebijakan moneter BI saat ini pada stabilitas makro atau pro-stability, yaitu untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024.

Sedangkan The Fed kembali menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% untuk kelima kalinya secara beruntun. The Fed juga menegaskan jika mereka akan menunggu lebih banyak data pendukung sebelum memangkas suku bunga acuan.

Baca Juga  Manfaatkan Geothermal, PGE Hasilkan Listrik & Green Hydrogen

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga ini sudah diekspektasi pelaku pasar.

Seperti diketahui, The Fed mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023 sebelum menahannya pada September, November, Desember 2023, Januari 2024, dan Maret 2024.

The Fed dalam pernyataan resminya mengatakan pemangkasan suku bunga tidak layak dilakukan selama mereka belum yakin jika inflasi bergerak ke arah 2%.

The Fed menegaskan jika mereka mempertimbangkan penyesuaian suku bunga dengan menghitung data-data di masa mendatang.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Bangkit Lagi, 5 Saham Big Cap Ini Jadi Penggeraknya

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *